Sunday, August 29, 2010

Aku Menantikan Turunnya Hujan Esok hari

Susah untuk seseorang memaksa dirinya melupakan sesuatu yang sebenarnya enggan untuk dilupakannya, terlebih lagi sesuatu itu sangat penting untuknya,
Setelah si Rainy Smile ada seorang Kiwi yang mengisi jurnal kehidupan gue.
Tapi tetap aja akhirnya berhenti ditengah jalan..

Lagi-lagi karena satu alasan, takut sakit hati.. Gue menarik diri dari cerita-cerita tentang mereka. Sampai pada akhirnya gue bercerita kepada seorang teman gue yang gue namakan dengan Nether-Milan-Ers, karena dia suka sama Milan dan Nethers sama kayak gue. Dia bilang "Hahaha.. Tapi ya tetep mau dia yang menurut lo tipe lo banget, dia udah baik banget, deket pula sama lo.. Tapi semua harus dijalanin dengan cool, kalem, tenang.. Siapa tau nanti dia bisa sama lo, bisa juga nanti lo nemuin lagi yang lo banget.. Semua itu ga terduga, jadi ya tetep pikir positif dan hadapin semua gimanapun realitanya.."

Cerdas! Gue menyetujui kata-kata dia, emang bener banget sih.. Gue bilang juga sama dia, kalo tujuan gue disini kan buat kuliah bukan buat ngurusin hal-hal yang bisa mengganggu prioritas utama gue, yaitu kuliah.
Rainy Smile, Kiwi.. Dua nama yang belakangan ini mengisi jurnal kehidupan gue, tetapi gue sedang menantikan turunnya Hujan esok hari..

Karena di dalam Hujan gue bebas berekspresi, karena di dalam Hujan gue bebas berontak.. Karena di dalam Hujan, gue bisa tersenyum..

tiaratirka

0 comments:

Post a Comment

 
Header image by Flóra @ Flickr